Kombinasi warna yang ia gunakan, bukanlah kombinasi warna yang biasa dilihat, dan sapuan kuas serta tekstur yang ia torehkan pada kanvas, ditempatkan
The Villainess Paint a Picture Chapter 19
Chapter 19 Sambil membayangkan menampar pipi Roen, Violet akhirnya menghela napas. Mungkin imajinasinya telah menjadi sedikit terlalu berlebihan. Dan masih dengan pakaian yang berlumuran cat, Violet terus memandu kedua pria itu ke studionya yang belum tertata rapi. Mary hanya berdiri dengan tenang di luar ruang tamu, dan dia pun mengikuti mereka bertiga. "......" "......" "... Tidak ada yang bisa dibanggakan, seperti yang kukatakan." Kedua pendatang baru di studio itu terdiam. Pertama-tama, seluruh ruangan berantakan. Tidak, bukan hanya berantakan. Itu benar-benar kacau. Dindingnya sudah terciprat cat, dan berbagai peralatan—seperti kayu kusen, kuas dan pisau palet—berserakan di sekelilingnya. Sepertinya semua itu sudah ditata dengan caranya sendiri, tetapi tetap saja terlihat berantakan. "Itulah mengapa aku bilang, bahwa aku harus menata ruangan ini, Nona." "Akan membingungkan jika ada barang yang tiba-tiba berpindah tempat." "Tapi aku masih …