Danmachi Volume 16 Epilog Bahasa Indonesia
Epilog "Alea Iacta Est" Translate By : Yomi Langit pun menangis. Air
mata yang deras mengalir, menghapus semua suara lainnya, seakan-akan dunia ini
diliputi kesedihan.
Hujan cukup deras sehingga sulit untuk melihat, dan merampas suasana kota
yang meriah.
Orang-orang menghilang, dengan cepat melarikan diri ke tempat berlindung
di bawah atap. Ditutupi oleh selubung gelap, langit terasa sangat dingin. Semua
orang mendongak dengan cemas.
Menara putih yang menusuk langit menjadi buram.
Berkah panen memudar di kota. Dan
di tengah semua itu, Syr berjalan sendirian. Dia tidak membawa payung saat
hujan mengguyurnya, membasahi pakaian, kulit, rambut, semuanya. Di
suatu tempat di sepanjang jalan, dia kehilangan. Kakinya penuh dengan goresan
seperti habis berlari, tetapi dia tidak ingat lagi. Namun, tiba-tiba, ia
menyadari bahwa pemandangan di sekelilingnya telah berubah.
Anak laki-laki yang berada di depannya telah lenyap, dan yang tersisa
hanyalah la…